RSS

BLASTULASI

21 Apr

FASE BLASTULA

     I.     Embriogenesis adalah proses pembentukan dan perkembangan embrio. Proses ini merupakan tahapan perkembangan sel setelah mengalami pembuahan atau fertilisasi. Embriogenesis meliputi pembelahan sel dan pengaturan di tingkat sel. Sel pada embriogenesis disebut sebagai sel embriogenik.Secara umum, sel embriogenik tumbuh dan berkembang melalui beberapa fase, antara lain:

  1. Sel tunggal (yang telah dibuahi)
  2. Blastomer
  3. Blastula
  4. Gastrula
  5. Neurula
  6. Embrio / Janin

  II.Blastula
Embriyo yang memiliki rongga itu disebut blastula, rongganya disebut blastocoels. Proses pembentukan blastula disebut blastulasi. Blastula merupakan bentuk lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan. Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang tidak beraturan. Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel. Blastulasi yaitu proses terbentuknya blastula.Macam- macam blastula :

  1. Melihat pada bentuk dan susunan blastomerenya blastula dibagi atas 3 macam: 1.Coeloblastula (bentuk bola) 2.Discoblastula (bentuk cakram) 3.Stereoblastula (bentuk bola tapi masif)
  2. Daerah bakal pembentuk alat dikenal 5 daerah yaitu: 1.Balak ectoderm epidermis 2.Bekal ectoderm saraf 3.Bakal notochord (terkadang denggan pre-chorda) 4.Bakal mesoderm 5.Bakal endoderm (entoderm)
  3. Blastulasi

Blastulasi merupakan proses pembentukan blastula. Blastula dapat dibedakan dari morula, karena blastula terdknyaapat suatu ruangan yang disebut Blastosul. Berdasarkan ada atau tidaknya blastosul, maka dapat dibedakan atas Blastula berongga (suloblastula) yang terdapat pada blastula katak dan amphioxus dan Blastula tidak berongga (strecoblastola) yang terdapat pada blastula ikan dan amphibia. Lapisan blastomer yang mengelilingi blastosul terdiri dari satu lapis atau lebih

Berdasarkan ada tidaknya sel tropoblas, blastula dapat dibedakan atas blastula bertropoblas yang terdapat pada blastula reptil, aves dan mamalia dan blastula tidak bertropoblas yang terdapat pada blastula katak dan amphioxus. Pada blastula bertropoblas dapat dibedakan dua macam sel yaitu formative cell (sel utama), yaitu sel-sel yang nantinya akan membentuk sel tubuh embrio dan auxillary/ tropoblas (sel pelengkap), yaitu sel-sel yang berfungsi sebagai selaput pelindung dan merupakan jembatan penghubung antara induk dan embrio. Sel-sel tropoblas berkembang lebih awal daripada sel utama. Pada blastula embrio unggas, sel utama terletak di bagian tepi berbentuk seperti cakram yang disebut Diskoblastula

Pada fase blastula dikenal istilah Potensi, yaitu kesanggupan sel untuk berdeferensiasi. Totipoten adalah kesanggupan blastomer untuk berkembang sempurna adalah sama (equipoten). Apabila potensi sel blastomer sudah sedemikian terbatas, maka dikatakan sel blastomer disebut unipoten. Teknik transplantasi sering dipakai sebagai penunjang untuk menetapkan daerah permukaan blastula yang sudah ditetapkan (preformed). Tiga macam transplantasi, yaitu transplantasi autoplastik (pemindahan jaringan dalam satu tubuh embrio), Transplantasi hemoplastik (pemindahan jaringan antar embrio yang sejenis) dan Transplantasi senoplastik (pemindahan jaringan antar jenis tapi masih segenus)

Child yang dasar teori gradien dan dikenal dengan Theory of Physiological Gradient mengamati tubuh cacing yang terpotong-potong melintang dan bagian yang hilang mengalami regenerasi. Potongan anterior akan tumbuh kepala dan posterior akan tumbuh ekor. Hal ni akan menunjukkan tiap potongan mempunyai polaritas faal. Pada teknik pewarnaan vital, pola metabolisme blastula ditetapkan berdasarkan derajat pengurangan intensitas warnaPusat-pusat kegiatan tumbuh suatu bagian blastula ditandai doleh kegiatan metabolisme yang tinggi atau sebaliknya, yaitu kegiatan metabolisme suatu bagian embrio merupakan petunjuk bagi kegiatan perkembangan . Pada sel telur urachin terdapat dua faktor yang beriinteraksi antagonis. Untuk mencapai normal perkembangan. Sebaran kegiatan faktor tersebut disebut Gradien.

Arah gradien kutub animal berlawanan dengan kutub vegetal yang dikenal dengan gradien animal dan gradien vegetal. Kesetimbangan gradien dapat dipengaruhi oleh bahan kimia yang dapat menekan salah satu gradien kutub. Bila gradien animal yang yang ditekan oleh bahan kimia (seperti garam lithium, natrium azide, dinitrophenol), maka terjadi vegetalisasi embrio (embrio lebih berkembang di kutub vegetal).Ion lithium menekan konsumsi peningkatan oksigen yang terjadi pada awal gastrulasi, sedang akside mengaktivasi sistem sitokrom oksidase dan dinitrophenol menggangu pernafasan dengan mencegah phosphorisasi oksidatif, yaitu pembentukan-pembentukan karya energi antara asam phosphor dan adenosin diphosphat. Bahan kimia yang menekan perkembangan kutub vegetal, sehingga kutub animal lebih berkembang (animalisasi), seperti seng (Zn), air raksa (Hg), tripsin, khimotripsin, zat warna yang mempunyai gugus sulfonik (HSO3) seperti Evans blue/ trypan blue/ congo red atau yang mempunyai gugus karboksil (COOH), seperti uranin dan rose bengal

  1. Contoh blastula 1.Blastula pada amphioxus      Bakal ectoderm dibina oleh sebagian besra oleh apiblast (micromere). Ectioderm sarf berupa sabit dorsal, terletak kebawah dari daerah bakal ectoderm epidermis. Bakal notochord juga berupa sabit di dorsal, terletak di daerah eccctoderm saraf. Bakal mesoderm berupa ssabit dorsal. Bakal endoderm dibina atas lapisan hypoblast (macromere), mengisi daerah terbawah blastula. 2.Blastula pada Katak       Epiblast akan mengikuti daerah-daerah bakal ectoderm epidermis dan saraf, mesoderm dan notochord. Sedangkan hypoblast akan menjadi daerah bakal endoderm. Bakal ectoderm epidermis mengisi sebagian besar daerah epiblast berbentuk sabit yang luaus. Bakal ectoderm saraf dan notocrod berbentuk sabit juga , kleduanya berdempet; bakal ectoderm saraf terletak sebelah atas, bakal mesoderm terletak di samping sabit notochord yang nanti akan mmenetukan daerah kiri-kanan embryo. Bakal endoderm mengisi seluruh hypoblast di paling bawah blastula. 3.Blastula pada Ayam         Epiblast akan menjadi bakal ectoderm, mesoderm, dan notochord. Bakal endoderm bersal dari hypoblast, yang sel-selnya tumbuh dan menyebar kebawah, ke daerah blastocoels.Bakal ectoerm apidermis mengisi daerah yang bakal jadi anteriaor embryo lapisan epiblast. Bakal ectoderm saraf berupa sabit terletak diposterior ectoderm epidermis. Bakkal notochord dan prechorda di posterior ectoderm saraf. Sedangkan bakal mesoderm di paling posterior lapisan epiblast. Prechorda, berupa lempeng , terletak persis di bakal jadi poros embryo. 4.Blastula pada Babi          Di daerah animal sel-sel lebih giat membelah, sehingga terjadi penebalan. Di tempat penebalan itu terjadi perpindahan sederetan sel keblastocoel, menjadi lapisan hypoblast. Dengan demikian gumpalan sel dalam menjadi epiblast. Rongga di bawah hypoblast menjadi rongga anchenteron. Epiblast akan menumbuhkan bakal ectoderm, notochord dan mesoderm. Hypoblast menunbuhkan bakal endoderm.seperti halnya ayam.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 April 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: